Karesidenan.com – Presiden Prabowo Subianto resmi menunjuk Nanik Sudaryati Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) pada tanggal 2 Juni 2026, menggantikan Dadan Hindayana. Penunjukan ini dilakukan dalam konferensi pers yang diadakan di Istana Negara, Jakarta, di mana Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengumumkan keputusan tersebut.

Nanik S Deyang lahir di Madiun, Jawa Timur, pada 3 Januari 1968. Ia adalah lulusan Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) dan memiliki gelar Magister Kehutanan dari Universitas Gadjah Mada (UGM). Sebelum terjun ke dunia politik, Nanik dikenal sebagai jurnalis senior yang mengawali kariernya di Tabloid Bangkit yang berada di bawah naungan Kompas Gramedia. Ia juga pernah menjabat sebagai pemimpin media di Kelompok Media Peluang (KMP).

Baca juga:

Karier Nanik di dunia politik dimulai pada tahun 2019, ketika ia menjadi salah satu anggota tim sukses Prabowo Subianto dalam Pemilihan Presiden 2019 sebagai Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) untuk pasangan Prabowo-Sandiaga. Sejak pemerintahannya terpilih kembali pada tahun 2024, Nanik diangkat sebagai Wakil Kepala I Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan untuk periode 2024-2029. Pada tahun 2025, Nanik juga dilantik sebagai Komisaris Independen Pertamina.

Sebelum menjabat sebagai Kepala BGN, Nanik S Deyang menjabat sebagai Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi. Dalam perannya tersebut, ia bertanggung jawab atas pengawasan serta komunikasi publik terkait pelaksanaan program prioritas pemerintah, termasuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Nanik dikenal aktif melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) guna memastikan bahwa program MBG dijalankan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Selama sidak, ia sering menemukan pelanggaran seperti kurangnya higienitas dapur dan fasilitas sanitasi yang tidak memadai. Hal ini membuatnya tegas dalam menjatuhkan sanksi kepada mitra SPPG yang tidak mematuhi aturan.

Baca juga:

Selama menjabat sebagai Wakil Kepala BGN, Nanik berhasil menangguhkan sebanyak 2.213 SPPG karena tidak memenuhi standar kualitas yang diharapkan. Keberaniannya dalam menindaklanjuti pelanggaran dan memastikan program MBG berjalan dengan baik menunjukkan komitmennya terhadap peningkatan gizi masyarakat, khususnya bagi anak-anak dan ibu hamil.

Kolaborasi antara Nanik dan tim di BGN diharapkan dapat membawa perubahan signifikan dalam upaya pemerintah untuk mengatasi masalah gizi di Indonesia. Program MBG sendiri merupakan salah satu prioritas pemerintah yang bertujuan untuk memastikan setiap anak dan ibu mendapatkan asupan gizi yang baik.

Dengan latar belakang yang kuat di bidang jurnalistik dan pengalaman di dunia pemerintahan, Nanik S Deyang diharapkan mampu menghadapi tantangan dan memimpin BGN menuju pencapaian yang lebih baik dalam bidang gizi nasional. Penunjukannya sebagai Kepala BGN menjadi lambang kepercayaan pemerintah terhadap kemampuan serta dedikasinya dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Baca juga:

Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.