Karesidenan.com – Dalam dunia kecerdasan buatan yang semakin berkembang, Claude Mythos, model AI terbaru dari perusahaan Anthropic, telah menjadi sorotan utama. Pada tanggal 2 Juni 2026, layanan Claude mengalami gangguan besar-besaran yang mengakibatkan ribuan pengguna tidak dapat mengakses chatbot, API, dan alat pengembang. Masalah ini menciptakan kekhawatiran di kalangan pengguna yang mengandalkan teknologi ini untuk berbagai keperluan sehari-hari.
Gangguan ini dilaporkan terjadi di berbagai negara, termasuk India, di mana banyak pengguna melaporkan kesulitan saat mencoba mengakses layanan Claude. Platform pemantauan gangguan layanan, DownDetector, mencatat lonjakan laporan masalah, yang menunjukkan bahwa situasi ini bersifat luas dan tidak hanya terbatas pada pengguna tertentu. Sekitar 62% keluhan terkait dengan Claude Chat, sementara 17% berasal dari aplikasi mobile dan 15% dari situs web.
Anthropic, yang didirikan oleh mantan karyawan OpenAI, mengonfirmasi adanya peningkatan tingkat kesalahan pada layanan mereka. Dalam pembaruan status resmi, perusahaan menjelaskan bahwa tim teknis sedang menyelidiki penyebab gangguan tersebut. Beberapa jam setelah laporan pertama, mereka mengumumkan bahwa akar masalah telah diidentifikasi dan perbaikan sedang diterapkan.
Sehari sebelumnya, Anthropic juga mengumumkan bahwa mereka memperluas akses ke Claude Mythos Preview dalam kerangka Project Glasswing, yang kini mencakup hingga 150 organisasi di lebih dari 15 negara, termasuk Australia dan negara-negara Eropa. Proyek ini bertujuan untuk menemukan dan memperbaiki kerentanan perangkat lunak kritis menggunakan AI. Dalam rilisnya, Anthropic menyatakan bahwa Claude Mythos adalah model paling kuat yang mereka miliki, mampu mengidentifikasi ribuan kerentanan dalam waktu singkat.
Pentingnya proyek ini semakin jelas mengingat banyak organisasi yang terlibat beroperasi dalam bidang-infrastruktur penting seperti kesehatan, komunikasi, dan keamanan nasional. Anthropic menekankan bahwa serangan yang berhasil pada kode dasar organisasi ini dapat memiliki dampak yang sangat besar, berpotensi mempengaruhi lebih dari 100 juta orang.
Selain itu, perusahaan juga mencatat bahwa mereka tidak akan sendirian dalam merilis model sekelas Mythos, dengan harapan bahwa perusahaan AI lainnya akan mengembangkan model yang serupa. Persaingan di sektor ini semakin ketat, terutama setelah rilis model baru dari OpenAI yang juga fokus pada keamanan siber.
Gangguan yang dialami Claude ini bukanlah yang pertama kalinya. Seiring meningkatnya ketergantungan pada platform AI seperti Claude, pengguna telah mengungkapkan kekhawatiran mengenai kemampuan sistem dalam menangani permintaan dalam jumlah besar, serta masalah terkait pengelolaan konteks dan kinerja agen. Meski gangguan ini terjadi dalam waktu yang relatif singkat, dampaknya terhadap bisnis dan pengguna sangat signifikan, menciptakan gelombang diskusi di media sosial.
Dalam situasi yang terus berkembang ini, penting bagi pengguna dan pengembang untuk memantau status layanan dan menyesuaikan diri dengan cepat terhadap tantangan yang dihadapi oleh platform AI. Dengan inovasi yang terus berlangsung, harapan akan keamanan dan stabilitas dalam penggunaan teknologi ini tetap menjadi hal yang utama bagi semua pemangku kepentingan.
Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.










