Karesidenan.comKudus – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-33 Federasi Serikat Pekerja Rokok Tembakau Makanan Minuman (FSP RTMM) SPSI, Bupati Kudus Sam’ani Intakoris hadir dengan penuh semangat di Lapangan Rendeng pada Minggu, 31 Mei 2026. Sebuah momen spesial yang diwarnai dengan kirab 33 tumpeng tembakau yang dimeriahkan oleh 33 Srikandi Kretek, menciptakan suasana yang penuh kebanggaan bagi masyarakat Kudus.

Bupati Sam’ani Intakoris memilih untuk mengayuh sepeda dari kediamannya menuju lokasi acara, yang disambut antusias oleh ribuan pekerja dan anggota serikat buruh. Kirab tumpeng tembakau ini bukan hanya sekadar pertunjukan, namun juga menjadi simbol penghormatan terhadap industri hasil tembakau yang sangat identik dengan Kabupaten Kudus.

Baca juga:

Dalam sambutannya, Bupati Sam’ani menyampaikan rasa terima kasih kepada para pekerja rokok yang telah berkontribusi besar dalam pembangunan daerah. Ia menegaskan bahwa industri rokok memiliki peran strategis dalam perekonomian lokal, dan keberadaan para buruh sangat penting untuk menjaga keberlangsungan industri tersebut. “Hari ini merupakan peringatan HUT RTMM ke-33. Semoga semakin solid dan semakin kuat. Kabupaten Kudus ditopang oleh sektor industri, terutama industri rokok yang memberikan kontribusi besar terhadap perekonomian daerah,” ujarnya.

Sam’ani juga menjelaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Kudus untuk mendukung keberlanjutan industri hasil tembakau yang dikenal padat karya. Ia menekankan bahwa industri ini mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar dan menjadi penopang ekonomi masyarakat setempat.

Baca juga:

“Tuntutan dari teman-teman RTMM akan kami teruskan kepada pemerintah pusat. Kami yakin pemerintah akan mengkaji berbagai masukan tersebut dengan bijaksana. Pemerintah Kabupaten Kudus akan menjadi jembatan untuk menyampaikan aspirasi para pekerja,” imbuhnya. Pernyataan ini menunjukkan dukungan penuh pemerintah terhadap aspirasi pekerja dan harapan untuk meningkatkan kesejahteraan mereka.

Lebih jauh, Bupati Sam’ani menilai industri rokok tidak hanya berperan dalam penyediaan lapangan kerja, tetapi juga memberikan kontribusi signifikan terhadap penerimaan negara dan daerah. Ia berharap perusahaan-perusahaan rokok terus memperhatikan kesejahteraan para pekerjanya, yang merupakan pilar utama dalam keberlangsungan industri ini.

Baca juga:

“Industri ini merupakan sektor padat karya yang menyerap banyak tenaga kerja. Kami berharap pabrik-pabrik rokok tetap memberikan perhatian kepada para pekerja karena mereka memiliki peran besar dalam keberlangsungan industri,” tambahnya.

Acara ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara pekerja, pelaku industri, dan pemerintah untuk menjaga keberlanjutan sektor industri hasil tembakau, yang menjadi salah satu tulang punggung perekonomian daerah. Dengan momentum HUT ke-33 FSP RTMM SPSI, diharapkan ada kerjasama yang lebih erat untuk mengatasi tantangan yang dihadapi oleh industri ini.

Baca juga:

Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.

Baca juga: