Karesidenan.comWARTAPHOTO.NET. PATI – Kasus pencurian kendaraan bermotor kembali terjadi di Kabupaten Pati. Pada Sabtu, 30 Mei 2026, sebuah sepeda motor Honda Beat milik S (68), seorang warga Desa Mangunrekso, Kecamatan Tambakromo, hilang saat ditinggal pemiliknya melaksanakan salat subuh berjamaah di Masjid Baiturrohim.

Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 04.30 WIB, ketika S selesai menunaikan salat dan hendak kembali ke rumah. Ia terkejut mendapati kendaraannya tidak ada di lokasi parkir. Sebelum berangkat ke masjid, S memarkirkan sepeda motornya dalam keadaan stang terkunci dan membawa kunci kendaraan masuk ke dalam saku bajunya.

Baca juga:

Setelah salat, S mulai mencari sepeda motornya dan menanyakan kepada jamaah lain, tetapi tidak ada yang melihat. Salah satu jamaah yang parkir bersebelahan, P (55), bahkan menemukan kunci sepeda motornya dalam keadaan rusak, yang diduga akibat upaya pencurian.

Korban kemudian bersama pengurus masjid memeriksa rekaman CCTV. Dari rekaman tersebut, terlihat seorang pria membawa kabur sepeda motor Honda Beat milik S ke arah selatan. Menyadari kehilangan ini, S segera melapor ke Polsek Tambakromo untuk penanganan lebih lanjut.

Baca juga:

Polisi tidak hanya meminta keterangan dari S dan P, tetapi juga dari dua saksi lainnya, L (60) dan S (45), warga Desa Mangunrekso. Hingga saat ini, identitas pelaku masih dalam proses penyelidikan.

Kapolsek Tambakromo, AKP Mukhlison, menjelaskan bahwa korban mengalami kerugian sekitar Rp15 juta akibat peristiwa ini. Dia menduga pelaku menggunakan alat khusus untuk merusak sistem kunci sepeda motor sebelum membawanya kabur.

Baca juga:

“Begitu menerima laporan, anggota kami segera mendatangi lokasi untuk melakukan olah TKP, meminta keterangan, dan mengumpulkan petunjuk yang mengarah kepada pelaku,” ujarnya.

AKP Mukhlison menekankan pentingnya rekaman CCTV dalam mengungkap kasus ini. Rekaman tersebut menjadi salah satu bukti utama dalam penyelidikan. Modus operandi pelaku menunjukkan bahwa mereka mempersiapkan aksi dengan baik, mengingat sepeda motor dalam kondisi terkunci.

Baca juga:

“Kami menduga pelaku menggunakan alat tertentu untuk merusak atau membuka sistem pengaman kendaraan. Hal ini masih kami dalami bersama Unit Resmob Polresta Pati,” tambahnya.

Kapolsek juga menyatakan bahwa mereka telah berkoordinasi dengan jajaran Resmob Polresta Pati untuk mempercepat pengungkapan kasus. “Koordinasi lintas fungsi terus kami lakukan agar identitas pelaku segera terungkap dan kendaraan korban dapat ditemukan,” tuturnya.

Baca juga:

AKP Mukhlison mengimbau masyarakat agar lebih waspada saat memarkirkan kendaraan, terutama di tempat-tempat ibadah. Ia menyarankan agar menggunakan kunci ganda tambahan dan memilih lokasi parkir yang mudah dipantau. “Jangan lengah meskipun hanya meninggalkan kendaraan dalam waktu singkat,” pesannya.

Kapolsek juga meminta kepada masyarakat yang memiliki informasi terkait pelaku maupun keberadaan sepeda motor korban untuk segera melapor ke pihak kepolisian atau melalui call center 110. “Partisipasi masyarakat sangat kami harapkan untuk membantu pengungkapan kasus ini. Setiap informasi sekecil apa pun akan kami tindak lanjuti,” tutupnya.

Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.