Karesidenan.comKLAYUSIWALAN, BATANGAN – Desa Klayusiwalan di Kecamatan Batangan, Kabupaten Pati, menggelar karnaval spektakuler dalam rangka menyambut acara Sedekah Bumi 2026. Acara ini diawali dengan parade 16 sound system horeg dari berbagai daerah di Jawa Timur yang dimulai dari lapangan desa pada pukul 13.30 WIB, Minggu, 31 Mei 2026.

Parade ini tidak hanya menampilkan suara merdu dari sound system, tetapi juga dimeriahkan oleh pertunjukan barongsai dan dancer yang mengenakan kostum yang sangat megah. Antusiasme masyarakat terlihat jelas sejak sebelum acara dimulai, menandakan betapa besar harapan mereka terhadap keberhasilan Sedekah Bumi kali ini.

Baca juga:

Kepala Desa Klayusiwalan, Siswanto, dalam sambutannya mengungkapkan, “Hari ini kita mengadakan karnaval untuk menyambut sedekah bumi Desa Klayusiwalan. Rencananya acara puncak akan dilaksanakan pada hari Selasa, 2 Juni. Semoga semua ini membawa kebaikan bagi desa kita, menjadikan Klayusiwalan lebih rukun, damai, dan makmur.”

Baca juga:

Barisan pertama karnaval ini diisi oleh Kades beserta perangkat desa, diikuti oleh pertunjukan barongsai yang menambah kemeriahan suasana. Setelah itu, parade 16 sound horeg tampil dengan penampilan yang sangat atraktif, dan dancer yang menjadi daya tarik utama acara ini.

Baca juga:

Setibanya di lapangan, suasana semakin meriah dengan penampilan beatle sound yang membuat warga semakin bersemangat. Dentuman bass dari sound system yang dipadukan dengan sorakan penonton membuat suasana lapangan menjadi hidup. Siswanto menjelaskan, “Karnaval kali ini diikuti oleh 16 sound horeg, semuanya berasal dari Jawa Timur.”

Baca juga:

Terkait masalah pemadaman listrik yang sering terjadi saat acara besar, Siswanto menegaskan bahwa tidak akan ada pemadaman total. Pemadaman hanya dilakukan di wilayah rute karnaval untuk menjaga keselamatan. “Kami pastikan tidak ada pemadaman total, hanya di area yang dilalui karnaval saja, mengingat banyaknya kabel di sana,” ujarnya.

Baca juga:

Meskipun cuaca cukup panas, semangat warga untuk mengikuti acara tidak surut. Banyak warga yang mengabadikan momen-momen penting dengan kamera ponsel mereka, menunjukkan betapa berartinya acara ini bagi mereka. Setelah karnaval, rangkaian Sedekah Bumi akan dilanjutkan dengan pagelaran ketoprak, dan acara ini akan ditutup dengan pengajian akbar pada Kamis, 19 Juni 2026.

Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.