Karesidenan.comJurnalpantura.id, Kudus – Hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang diadakan bagi siswa di jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Kudus menunjukkan kinerja yang kurang memuaskan, terutama dalam mata pelajaran matematika. Nilai rata-rata TKA untuk matematika di kedua jenjang pendidikan ini masih di bawah angka 50.

Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kudus, Anggun Nugroho, mengungkapkan bahwa rata-rata nilai TKA matematika untuk siswa SD tercatat sebesar 47,91. Sementara itu, rata-rata nilai matematika siswa SMP bahkan lebih rendah, yakni 43,39.

Baca juga:

Berbeda dengan matematika, capaian siswa pada mata pelajaran Bahasa Indonesia menunjukkan hasil yang lebih menggembirakan. Rata-rata nilai TKA Bahasa Indonesia untuk jenjang SD mencapai 66,74, sedangkan pada jenjang SMP sebesar 67,20. Anggun menjelaskan, “Rata-rata nilai TKA memang masih belum memuaskan, tapi hasil ini tidak menentukan kelulusan siswa.”

Meski secara umum nilai rata-rata masih rendah, sejumlah siswa berhasil mencatatkan prestasi dengan meraih nilai sempurna di mata pelajaran Bahasa Indonesia. Di jenjang SD, terdapat 34 siswa yang memperoleh nilai 100. Sementara di SMP, sembilan siswa berhasil mendapatkan nilai sempurna, di mana dua di antaranya berasal dari SMP 1 Kudus, dua dari SMP IT Al Islam, dan sisanya dari SMP 1 Jati, SMP 1 Gebog, SMP 1 Mejobo, SMP 1 Undaan, serta SMP 3 Kudus.

Baca juga:

Di sisi lain, tidak ada siswa yang mampu meraih nilai sempurna dalam ujian matematika. Nilai tertinggi yang berhasil dicapai di jenjang SD adalah 96,67, dan diraih oleh 12 siswa. Di SMP, nilai tertinggi juga 96,67, tetapi hanya diperoleh oleh satu siswa dari SMP 1 Kudus.

Anggun menilai bahwa hasil TKA tahun ini menjadi bahan evaluasi penting bagi dunia pendidikan di Kabupaten Kudus. Disdikpora berencana menggunakan capaian tersebut sebagai tolok ukur untuk memperkuat pembelajaran literasi dan numerasi di sekolah-sekolah. “Cukup banyak siswa yang memperoleh nilai dalam kisaran 30 hingga 40, namun kami bersyukur tidak ada peserta yang mendapatkan nilai nol,” tambahnya.

Baca juga:

Selain berfungsi sebagai evaluasi, hasil TKA juga akan mulai diperhitungkan dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) untuk Tahun Ajaran 2026/2027 melalui jalur prestasi. Disdikpora Kudus dijadwalkan untuk melakukan sosialisasi kepada sekolah dan masyarakat mulai pekan depan. Sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mengenai mekanisme dan aturan baru SPMB yang akan dilaksanakan secara online pada Juni 2026 mendatang.

Pendidikan merupakan kunci utama dalam membangun kualitas generasi mendatang, dan hasil TKA ini menjadi salah satu indikator untuk melakukan perbaikan. Dengan langkah-langkah evaluasi dan sosialisasi yang akan dilakukan, diharapkan ke depannya hasil akademik siswa di Kudus dapat meningkat, terutama dalam bidang matematika yang saat ini masih menjadi tantangan.

Baca juga:

Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.

Baca juga: