Karesidenan.com – Jadwal pemulangan jemaah haji asal Kabupaten Pati dari Tanah Suci dijadwalkan mulai berlangsung pada 16 Juni 2026. Pada hari itu, sekitar 1.200 jemaah haji dari Kabupaten Pati dijadwalkan kembali ke Indonesia. Namun, di tengah persiapan kepulangan tersebut, Kabupaten Pati menerima kabar duka setelah satu jemaah haji asal daerah itu dilaporkan meninggal dunia saat menunaikan ibadah haji.
Informasi tersebut disampaikan Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Kabupaten Pati, Rahardian. Menurutnya, jemaah yang meninggal dunia merupakan warga Desa Bulumanis Lor, Kecamatan Margoyoso. Meski demikian, secara umum kondisi jemaah haji asal Kabupaten Pati yang berada di Arab Saudi terpantau baik.
Rahardian menjelaskan bahwa jemaah haji asal Pati tergabung dalam delapan kelompok terbang (kloter) yang akan kembali ke tanah air secara bertahap. Rombongan tersebut tersebar dalam Kloter 42, 49, 50, 51, 52, 53, 72, dan 79. Berdasarkan data yang dihimpun Kemenag Pati, Kloter 42 terdiri atas dua jemaah. Sementara Kloter 49 berjumlah 143 jemaah, Kloter 50 sebanyak 348 jemaah, Kloter 51 sebanyak 352 jemaah, Kloter 52 sebanyak 347 jemaah, dan Kloter 53 sebanyak 81 jemaah.
Adapun dua jemaah lainnya tergabung dalam Kloter 72 dan dua jemaah berada di Kloter 79. Seluruh jemaah tersebut akan dipulangkan sesuai jadwal masing-masing yang telah ditentukan oleh panitia penyelenggara ibadah haji.
Kemenag Kabupaten Pati mengimbau keluarga jemaah untuk mengikuti perkembangan informasi resmi terkait jadwal kedatangan masing-masing kloter. Dengan demikian, proses penjemputan di debarkasi maupun daerah dapat berjalan tertib dan lancar. Selain itu, keluarga juga diminta tetap berkoordinasi dengan petugas haji daerah apabila membutuhkan informasi lebih lanjut mengenai kondisi maupun jadwal kepulangan anggota keluarganya yang masih berada di Tanah Suci.
Kondisi jemaah haji asal Kabupaten Pati yang berada di Arab Saudi terpantau baik. Mereka siap mengikuti tahapan pemulangan ke Indonesia sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Namun, satu jemaah haji asal daerah itu dilaporkan meninggal dunia saat menunaikan ibadah haji. Kemenag Kabupaten Pati mengimbau keluarga jemaah untuk mengikuti perkembangan informasi resmi terkait jadwal kedatangan masing-masing kloter.
Dalam rangka memastikan keamanan dan kenyamanan jemaah haji, Kemenag Kabupaten Pati juga mengimbau keluarga untuk tetap berkoordinasi dengan petugas haji daerah. Dengan demikian, proses penjemputan di debarkasi maupun daerah dapat berjalan tertib dan lancar.
Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.
