Karesidenan.com – Pada Ahad 07/06/2026, warga Tanjungkarang di Kudus berdatangan untuk menyaksikan kegiatan Kirab Lentog bertema “Tanjungkarang Tempo Doeloe”. Acara yang diikuti oleh sekitar 700 peserta ini menampilkan nuansa kehidupan masa lampau dengan mengenakan atribut bernuansa jadul dan membawa berbagai jajanan tradisional.

Kepala Desa Tanjungkarang, Sumarno, mengatakan bahwa tema ini memiliki makna untuk mengingat kembali perjalanan panjang desa dan menumbuhkan kesadaran masyarakat agar tidak melupakan sejarah dan jasa para pendahulu. Menurutnya, kemajuan yang dirasakan masyarakat saat ini merupakan hasil perjuangan generasi sebelumnya.

Baca juga:

Nuansa tempo dulu tampak kuat dalam kirab tersebut. Selain mengenakan pakaian lawas, para peserta juga membawa berbagai jajanan tradisional yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat pada masa lampau. Beragam makanan khas tersebut dibagikan secara gratis kepada warga yang hadir.

Baca juga:

Sumarno menuturkan bahwa pelaksanaan kirab pada siang hari memberikan warna berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya. Dengan waktu penyelenggaraan yang lebih terang, penampilan para peserta, terutama kalangan pelajar, dapat terlihat lebih jelas oleh masyarakat.

Baca juga:

Antusiasme warga terlihat sejak awal hingga akhir acara. Banyak masyarakat yang rela berdesakan di tepi jalan untuk menyaksikan rangkaian kirab yang berlangsung meriah. Tak hanya menjadi ajang pelestarian budaya, kegiatan tersebut juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Baca juga:

Camat Jati, Muhammad Zainuddin, menyampaikan apresiasinya terhadap penyelenggaraan kirab yang dinilai mampu menggabungkan unsur budaya dan potensi ekonomi masyarakat dalam satu kegiatan. Menurutnya, tradisi seperti Kirab Lentog Tanjung berpotensi berkembang menjadi salah satu daya tarik wisata budaya dan kuliner yang dapat mendukung promosi Kabupaten Kudus.

Baca juga:

Acara seperti ini tidak hanya menjadi hiburan tahunan, tetapi juga mampu mendukung pemasaran UMKM desa. Ke depan, pemerintah desa berencana menggelar agenda kuliner tradisional secara berkala.

Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.