Karesidenan.com – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) per Mei 2026 mencatatkan defisit sebesar Rp180,4 triliun atau 0,70 persen terhadap produk domestik bruto (PDB). Dalam konferensi pers yang diadakan di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, pada Jumat (5/6/2026), Purbaya menyatakan bahwa defisit tersebut menunjukkan tren yang stabil dan aman.

“Lima bulan pertama, (defisit APBN) 0,7 persen. APBN kita amat aman,” ungkap Purbaya. Dia menekankan bahwa perbaikan signifikan terlihat pada penerimaan pajak yang kini tumbuh positif, berbeda dengan tahun lalu yang mengalami pertumbuhan negatif. Penerimaan pajak tercatat mencapai Rp958,2 triliun, dengan serapan pajak sebesar Rp834,4 triliun, yang tumbuh 22,1 persen dibandingkan tahun lalu.

Baca juga:

Purbaya juga melaporkan bahwa total pendapatan negara yang terhimpun mencapai Rp1.185 triliun atau 37,6 persen dari target APBN yang sebesar Rp3.153,6 triliun, yang menunjukkan pertumbuhan 19,1 persen (year-on-year). Sementara itu, pendapatan negara bukan pajak (PNBP) juga mengalami pertumbuhan yang baik, mencapai Rp226,4 triliun.

Dari sisi belanja negara, realisasi per Mei 2026 mencapai Rp1.365,4 triliun, setara 35,5 persen dari target APBN senilai Rp3.842,7 triliun, dan mengalami pertumbuhan 34,4 persen dibandingkan tahun lalu. Kenaikan belanja pemerintah pusat sangat signifikan, mencapai 52,6 persen atau senilai Rp1.059,3 triliun, dengan penyaluran belanja kementerian/lembaga (K/L) tumbuh 58,9 persen.

Baca juga:

Purbaya menegaskan bahwa keseimbangan primer juga mencetak surplus sebesar Rp58,6 triliun, yang menunjukkan bahwa fiskal masih cukup memadai untuk mengelola pendapatan, belanja, dan utang. “Surplus keseimbangan primernya Rp58,6 triliun. Anggaran kita sekarang lebih berkesinambungan dibanding bulan-bulan sebelumnya,” katanya.

Di tengah laporan positif ini, Purbaya juga menanggapi rumor yang beredar mengenai pengunduran dirinya dari jabatan Menkeu. Ia dengan tegas membantah isu tersebut dan menyatakan, “Kami ikut perintah Bapak Presiden. Komitmen kami kuat, maju terus. Mundur juga maju kita,” ujarnya sambil melontarkan candaan.

Baca juga:

Purbaya menunjukkan sikap santai saat menanggapi isu tersebut, bahkan memperagakan langkah maju untuk menekankan bahwa dirinya tidak berniat mundur. Ia menjelaskan bahwa rumor yang beredar tampaknya disebarkan untuk mempengaruhi sentimen pasar. “Saya itu orangnya enggak suka mundur. Saya sukanya maju. Tidak ada itu isu-isu yang kurang beralasan,” tambahnya.

Isu mengenai pengunduran diri Purbaya muncul setelah ia mengikuti Rapat Paripurna di DPR terkait revisi Undang-Undang tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK). Mensesneg Prasetyo Hadi juga telah membantah adanya rencana reshuffle kabinet, menegaskan bahwa fokus pemerintah saat ini adalah pada stabilitas ekonomi.

Baca juga:

Dengan kondisi ekonomi yang menunjukkan perbaikan dan komitmen yang kuat dari Menteri Keuangan, harapan untuk pertumbuhan ekonomi yang lebih baik di masa depan tampak semakin optimis.

Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.

Baca juga: