Karesidenan.com – Hari ini, Jumat, 5 Juni 2026, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) mengalami pelemahan yang signifikan, menembus batas psikologis Rp 18.000 per dolar AS. Data terbaru menunjukkan kurs dolar AS diperdagangkan di kisaran Rp 18.037 hingga Rp 18.150, tergantung dari bank yang menawarkan.

Kurs yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia mencatat nilai tukar pada Kamis, 4 Juni, berada di Rp 18.039 per USD, yang merupakan angka tertinggi dalam beberapa tahun terakhir. Pada pagi hari ini, nilai kurs dari Google Finance mencatat 1 USD setara dengan Rp 18.012, menunjukkan penurunan dari penutupan sebelumnya yang berada di Rp 18.060 per dolar.

Baca juga:

Sementara itu, laporan dari berbagai bank besar di Indonesia menunjukkan variasi kurs jual dan beli yang berbeda. Berikut adalah data kurs dari beberapa bank:

Baca juga:
BankKurs Beli (IDR)Kurs Jual (IDR)
Bank Central Asia (BCA)18.02018.040
Bank Mandiri18.05018.080
Bank Rakyat Indonesia (BRI)17.94818.150
Bank Negara Indonesia (BNI)18.01818.038

Seiring dengan penguatan dolar AS di pasar internasional, dampak terhadap perekonomian domestik semakin nyata. Kenaikan nilai tukar dolar ini berpotensi memengaruhi harga barang impor, biaya perjalanan luar negeri, serta nilai tukar di perbankan. Pelaku pasar dan masyarakat umum kini lebih waspada terhadap fluktuasi ini, yang bisa berimbas pada daya beli dan inflasi di Indonesia.

Baca juga:

Ekonom mencatat bahwa pelemahan rupiah ini disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk ketidakpastian ekonomi global dan meningkatnya permintaan dolar di pasar uang. Situasi ini mengkhawatirkan banyak pihak, terutama industri yang bergantung pada bahan baku impor. Asosiasi Industri Olefin, Aromatik, dan Plastik Indonesia (INAPLAS) menyatakan bahwa harga gas yang melonjak dan pelemahan rupiah menjadi tantangan serius bagi industri petrokimia di tanah air.

Baca juga:

Dengan kondisi ini, masyarakat dan pelaku usaha diharapkan untuk tetap waspada dan cermat dalam mengambil keputusan finansial. Selain itu, pemantauan terus menerus terhadap kebijakan ekonomi pemerintah dan langkah-langkah yang diambil oleh Bank Indonesia menjadi sangat penting untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.

Baca juga:

Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.