Menu

Geluti Jualan Empek-Empek Kaligung Demi Meraih Sarjana S1

  Dibaca : 129 kali
Geluti Jualan Empek-Empek Kaligung Demi Meraih Sarjana S1
Geluti Jualan Empek-Empek Kaligung Demi Meraih Sarjana S1

Karesidenan.com – Menjadi seorang wirausaha tentu akan membuat seseorang menjadi lebih mandiri dan mempunyai semangat untuk mencukupi kebutuhannya. Itulah yang dirasakan oleh pemuda bernama Faishol Majdi yang nekat terjun di dunia usaha untuk mencukupi kehidupan sehari-harinya. Bukan hanya kebutuhan ekonomi tetapi juga untuk membayar biaya kuliahnya.

Faishol bersama rekannya Jono Najjana kini menggeluti usaha jualan empek-empek. Seperti penjual pada umumnya, faishol mempunyai brand sendiri agar mudah dikenal masyarakat yaitu empek-empek Kaligung. Kata “Kaligung” sendiri diambil dari salah satu nama sungai besar di Wedarijaksa, karena lokasi usahanya yang berdekatan dengan sungai kaligung.

Meski warungnya tampak sederhana dengan menggunakan atap payon dan gedek (dalam istilah jawa), tetapi pembeli tetap banyak yang berdatangan. Ketertarikan orang juga dibuktikan dengan penyajian empek-empek yang begitu khas rasa cukainya. Pedasnya itu sampai air mata menetes, kata salah satu pembeli.

Jono Sedang Menghidangkan Empek-Empek Untuk Pelanggannya

Jono Sedang Menghidangkan Empek-Empek Untuk Pelanggannya

Ketika karesidenan.com mampir diwarungnya, faishol yang usianya masih 21 tahun itu bercerita motivasi terjun didunia usaha ini tak lain hanya untuk menunjang biaya kuliahnya agar cita-citanya menjadi Sarjana S1 tercapai. Saat ini ia mengambil kuliah Pendidikan Bahasa Arab di STAIN Kudus. Tak hanya motivasi untuk kuliah, tetapi ia juga ingin membanggakan kedua orang tuanya dan membuktikan bahwa ia bisa mandiri sejak muda.

“Ya arena saya ingin mandiri tidak meminta uang ke orang tua terus, jadi saya nekat jualan empek-empek kaligung. Kalau dibilang malu ya enggak, justru saya bangga karena bisa membiayai kuliah sendiri dan membanggakan kedua orang tua bahkan menjadi inspirasi bagi temen-temen saya” ujar Faishol disela-sela menyajikan empek-empek untuk tim Karesidenan.com

Disinggung masalah omzet, faishol mengaku mendapat keuntungan ratusan ribu per hari dan stok empek-empeknya selalu habis ludes. Bahkan ketika buka warung di hari pertama, empek-empeknya sudah habis sebelum maghrib. Padahal warungnya buka pada jam 3 sore.

“Pada awal buka warung kami kuwalahan mas, banyak yang nyerbu ke warung bersama teman-teman komunitas. Ada juga yang pesen puluhan empek-empek untuk dianter ke rumah mereka. Kalau ditanya soal keuntungan Alhamdulillah per hari bias ratusan ribu mas” kata Faishol.

KOMENTAR

1 Komentar

  1. Jarko Matnawi Sabtu, 22 April 2017

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional