Menu

Berapa Rasio Utang Indonesia Mulai Dari Soeharto Hingga Jokowi ?

  Dibaca : 66 kali
Berapa Rasio Utang Indonesia Mulai Dari Soeharto Hingga Jokowi ?
Berapa Rasio Hutang Indonesia Mulai Soeharto Sampai Jokowi

Karesidenan.com – Indonesia tercatat memiliki penurunan rasio Utang mulai zaman era presiden Soeharto hingga sekarang presiden Joko Widodo. Rasio Utang terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) merupakan proporsi utang terhadap total aset yang dimiliki negara. Kementrian Keuangan (Kemenkeu) menghimpun data rasio utang, berikut datanya :

Pada era Presiden Soeharto, rasio utang Indonesia sebesar 57,7%. Setelah lengser pada mei 1998 beliau meninggalkan utang indonesia sebanyak Rp 551,4 Triliun.

Pada era Presiden BJ Habibie, rasio utang Indonesia menjadi 85,4% menjadi Rp 938,8 Triliun

Pada tahun 2000, Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) menambah Rasio utang menjadi 88,7% atau Rp 1.232,8 Triliun. Tetapi pada tahun 2001 Gus Dur kembali menurunkan rasio utang menjadi 77,2% atau Rp 1.271,4 Triliun

Ketika Megawati menjabat sebagai Presiden kelima, pada tahun 2002 Rasio utang menjadi 67,2% dengan total utang Rp 1.233 Triliun, Tahun 2003 Rasio utang 61,1.% atau Rp 1.230 Triliun dan tahun 2004 rasio utang 56,6% atau Rp 1.298 Triliun.

Selanjutnya di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono penurunan rasio utang tampak drastis mulai tahun 2005 sebesar 47,3% dengan total utang Rp 1.311 Triliun hingga 2014 sebesar 24,7% dengan total utang Rp 2.608 Triliun

Dan di masa Presiden Jokowi, pada tahun 2015 rasio utang 27,4% dengan total utang Rp 3.165 Triliun. Sedangkan tahun 2016 rasio utang 27,5% dengan total utang Rp 3.466 Triliun.

Sumber data : Kemenkeu dan Liputan6.com

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional